Terkini
Loading...

Statistik

  • Posts
  • Comments
  • Pageviews

Terbaru

Hi-Lite, Mengusir Nyamuk Aman dan Ramah Lingkungan

Meningkatnya kepadatan penduduk di Indonesia menyebabkan masyarakat semakin rentan terhadap serangan berbagai penyakit, tak terkecuali p...

Kesehatan

Keluarga

Masakan Ala Arabic

Aneka Khasiat Sayuran

Masakan Ala Indonesia

Populer Bulan Lalu

Aneka Khasiat Buah

Dokter Kita

Populer Pos Tahun Lalu

Minggu, 12 Februari 2017

Hi-Lite, Mengusir Nyamuk Aman dan Ramah Lingkungan


Meningkatnya kepadatan penduduk di Indonesia menyebabkan masyarakat semakin rentan terhadap serangan berbagai penyakit, tak terkecuali penyakit yang disebabkan atau ditularkan oleh nyamuk. Solusi untuk menghindari nyamuk yang ada saat ini adalah dengan menggunakan insektisida atau lotion penolak nyamuk. Tetapi, solusi tersebut tak jarang menimbulkan masalah baru karena residu yang ditinggalkan pada saat atau setelah pemakaian. Melihat kondisi tersebut, lima mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Kewirausahaan (PKM-K), mengembangkan properti tanaman penghias ruangan pengusir nyamuk yang diberi nama Hi-Lite.

Mereka adalah Lutfi Ariyansah, Fidian Nur Arifiani, Lidya Ike Rahmawati (Fakultas Pertanian), serta Wiko Prasetio Bangun dan Arina Hawadah (Fakultas Teknik). Mereka menggunakan tanaman khas Indonesia, Zodia, yang mengandung senyawa linalool (46%) sebagai bahan pengusir nyamuk.

Menurut Fidian senyawa linalool adalah senyawa yang sering digunakan pada produk-produk lotion maupun spray penolak nyamuk. Hi-Lite yang dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM tersebut selain berguna untuk mengusir nyamuk, juga dapat digunakan sebagai lampu tidur.

“Hi-Lite bebas residu dan ramah lingkungan. Selain itu, produk ini dilengkapi pula dengan guide book yang berisi panduan penggunaan dan cara merawat tanaman sehingga mudah untuk digunakan,”paparnya.

Ia menambahkan proses pembuatan produk dilakukan dengan menggunakan bahan utama akrilik dan komponen listrik yang telah disesuaikan agar cahaya yang dikeluarkan saat digunakan sebagai lampu tidur seimbang (tidak terlalu silau dan tidak terlalu gelap). Selain itu, bahan yang digunakan berupa Hidrogel sehingga membuat produk semakin menarik karena cahaya terkesan berwarna-warni. Saat ini Hi-Lite tangah dalam proses pengajuan paten dari Dirjen HKI.

Produk multi-fungsi tersebut juga telah dipromosikan lewat media sosial sejak April lalu oleh kelima mahasiswa. “Beberapa pesanan sudah ada yang berasal dari Kalimantan, Sumatera dan daerah luar DIY lainnya,” terang Fidian.(dna/ugm)

(DNA-Berita/Portal-CBN/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Manfaat Daun Jarak Sebagai Obat


Daun jarak memang sudah sangat lazim digunakan orang sebagai tanaman herbal. Maka dari itu, tanaman yang dikenal sebagai apotik hidup itu, banyak yang mencarinya karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sejak dulu, tanaman jarak sudah menjadi rebutan para penjajah. Karena tanaman ini memiliki manfaat menyeluruh dari daun, buah sampai bijinya.

Saat ini banyak penelitian tentang minyak jarak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Tentu saja hal ini masih perlu kajian lebih lanjut untuk dapat menggantikan posisi barang tambang, minyak yang masih sangat dibutuhkan. Namun dalam artikel ini, akan kita bahas secara fokus tentang manfaat daun jarak bagi manusia.


Selain dikembangkan menjadi bahan bakar, daun jarak telah banyak digunakan untuk pengobatan herbal. Berikut ini beberapa khasiat daun jarak untuk mengobati penyakit :


1. Mengatasi susah buang air besar

Daun jarak yang masih segar, kemudian kukus dan dapat dimakan sebagai lalapan pada makanan anda. Hal ini efektif sekali untuk melancarkan BAB.


2. Menurunkan panas pada bayi

2 sampai 3 helai daun jarak yan sudah bersih. kemudian olesi minyak makan yang masih baru. Panaskan daun diatas api kompor 2 menit sampai panas terasa merata. Letakkan daun pada perut dan punngung bayi atau agar tidak mudah lepas, dapat dipasangkan dalam gurita bayi


3. Mengobati Kurap

Minyak jarak efektif mengobati kurap dan masalah kulit yang umum. Senyawa aktif yang disebut asam undesilenat ditemukan dalam minyak jarak, membantu mengobati kurap.

Caranya : Cuci daun jarak dalam air dan rendam dalam minyak kelapa selama beberapa jam dan panaskan. Terapkan di atas kulit yang terkena dampak dan tutup dengan kain katun. Tunggu hingga semalaman, sebelum di buka. Ulangi prosedur ini sampai sembuh sepenuhnya.


4. Membuat Besar Alat Vital

Mungkin salah satu yang di cari para pria untuk meningkatkan ‘kepercayaan diri’, daun jarak telah dipercaya sejak lama dapat membantu masalah ini.

Cara Penggunaan:

- Ambil 10 lembar daun jarak
- Sediakan 1 buah jeruk nipis.
- Sediakan minyak zaitun secukupnya.
- Tumbuk daun jarak bersama dengan buah jeruk nipis hingga menyatu
- Lakukan pemijatan alat vital dengan minyak zaitun terlebih dahulu sehingga hangat.
- Lakukan pemijatan dengan ramuan daun jarak yang telah di aduk halus dengan jeruk nipis.
- Ramuan ini dapat dipakai untuk 3 kali pemijatan.


5. Ampuh mengobati Rematik

Jika anda mengalami rematik, ada baiknya mempertimbangkan penggunaan daun jarak sebagai pengobatan tradisional.

Cara Penggunaan :

- Sediakan 5-8 lembar daun jarak
- Tumbuk halus dicampurkan dengan air hangat (sedikit)
- Oleskan pada lokasi rematik atau masalah kulit seperti exim
- Lakukan 3 x sehari.


Kandungan Zat Pada Daun Jarak

Tanaman jarak merupakan jenis pohon yang berbuah tiap tahun dengan batang beronngga dan berbuku-buku. Daun jarak tidak berukuran besar, relatif sedang warna hijau kekuningan namun ada jenisnya yang berwarna merah. Tanaman jarak, juga disebut jarak pagar karena suka ditanam di pekarangan yang tingginya menyerupai tinggi pagar rumah.

Seperti khasiat berbagai tanaman herbal lain yang memberikan penyembuhan terhadap berbagai penyakit seperti pada manfaat daun salam atau pun manfaat daun binahong daun jarak juga memberikan fungsinya yang baik untuk persoalan berbagai penyakit.Tanaman jarak memiliki kandungan senyawa penting seperti quercetin, kaempferol, astragalin, nicotiflorin dan lain sebagainya yang menyimpan fungsi baik bagi pengobatan penyakit.


Efek Samping Daun Jarak

Efek samping utama tanaman jarak ini ada pada minyaknya terhadap kategori reaksi kulit dan gangguan pencernaan. Minyak jarak dipecah oleh usus kecil yang menjadi asam risinoleat dan bertindak sebagai iritan ke lapisan usus Anda. Efek ini adalah apa yang memberi kemampuan minyak jarak untuk sembelit-tetapi juga alasan ketidaknyamanan pencernaan, diare, dan efek samping gastrointestinal lainnya.

Jika menderita kram, iritasi usus, maag, diverticulitis, wasir, radang usus, prolapses, atau baru saja menjalani operasi, kemungkinan harus menghindari minyak jarak karena efek samping ini. Meskipun minyak jarak telah digunakan secara tradisional untuk membantu merangsang persalinan pada wanita hamil yang sehat, namun ditemukan rasa mual dialami oleh wanita-wanita.

Sekali lagi ditekankan bahwa manfaat kesehatan dari tanaman jarak tidak lebih dari pengamatan ilmiah dan efek sampingnya telah dilaporkan. Seperti sesuatu yang baru, gunakan dengan hati-hati untuk meminimalkan reaksi tak terduga.

(Portal-CBN/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Mengikis Kolesterol Dengan Daun Jati Belanda


Daun adalah bagian tanaman yang sering dimanfaatkan menjadi ramuan. Satu di antaranya adalah Daun Jati Belanda. Khasiat herba inl telah teruji, seperti soal kemampuannya mengatasi masalah berat badan, hingga mengontrol laju kolesterol. Sejak zaman dulu, masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di Pulau Jawa telah mengenal dan memakai air rebusan daun jati belanda sebagai bahan baku jamu pelangsing tubuh, biasa disebut galian singset (bahasa Jawa). Banyak penelitian membuktikan bahwa daun jati bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Belakangan daun jati belanda dipercaya memiliki manfaat lebih dari itu, yakni berpotensi untuk dikembangkan sebagai herba pengontrol kolesterol.

Yosie Andriani HS dari Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor melakukan penelitian guna mengetahui pengaruh Daun Jati Belanda (dalam bentuk ekstrak air, ekstrak etanol, dan fraksi aktif steroid) terhadap kadar lipid darah (TPC, trigliserida, LDL, dan HDU high density lipoprotein). Penelitian menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan pada empat kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok terdiri atas lima ekor.

Ternyata pemberian ekstrak Daun Jati Belanda (dalam tiga bentuk ekstrak air, ekstrak etanol, dan fraksi aktif steroid) berpengaruh terhadap kadar lipid darah (TPC, trigliserida, LDL, dan HDL). Kadar TPC, LDL, dan trigliserida pada perlakuan kontrol (tanpa pemberian daun jati) terlihat sangat tinggi (berbeda nyata) dibandingkan dengan kadar TPC, LDL, dan trigliserida yang diberi perlakuan daun jati.

Fakta ini menunjukkan adanya penurunan kadar TPC, LDL, dan trigliserida akibat pemberian Daun Jati Belanda. Persentase penurunan kadar TPC tertinggi terjadi dalam pemberian Daun Jati Belanda pada perlakuan ekstrak etanol (62 persen), diikuti perlakuan ekstrak air (55 persen), dan fraksi aktif steroid (36 persen).


Naikkan HDL

Pemberian ekstrak Daun Jati Belanda juga berdampak pada peningkatan HDL. HDL dapat menurunkan kadar kolesterol dalam sel dengan cara mengambil kelebihan kolesterol dari jaringan untuk kemudian diproses di hati lalu dibuang bersama cairan empedu. HDL memiliki efek protektif terhadap pembuluh darah jantung.

Lebih lanjut, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Daun Jati Belanda terbukti mampu menurunkan kadar lipid darah. Ini berarti daun jati belanda bisa dijadikan obat alternatif anti hiperlipidemia. Fakta ini beberapa tahun terakhir ditanggapi oleh para pengusaha jamu dengan mengembangkan produk berbahan baku daun jati belanda.

(Detik/Portal-CBN/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Lendir Lele Bisa Dimanfaatkan Untuk Obat Luka Diabetes


Tahukan Anda, ternyata lendir lele dapat digunakan sebagai obat. Di tangan sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) lendir lele dimanfaatkan sebagai obat luka penderita diabetes.

Ide pemanfaatan lendir lele sebagai obat luka diabetes ini berasal dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Farmasi UGM. Mereka adalah Joshua Alif Wendy, Dion Adiriesta Dewanda, Megaria Ardiani, Utami Tri Khasanah, serta Raden Mas Ravi Hadyan.

Ravi, anggota tim pengembang salep lendir lele ini mengatakan dalam lendir atau mukus lele mengandung senyawa-senyawa protein aktif berupa Antimicrobial Peptides(AMPs). Senyawa ini memiliki potensi dimanfaatkan untuk menyembuhkan luka karena memiliki aktivitas bakterisidal yang kuat untuk membunuh bakteri-bakteri patogen.

“Ikan lele dikenal sebagai ikan air tawar yang punya mekanisme imunitas kompleks. Meski hidup di lingkungan air tercemar penuh bakteri patogen, tetapi jarang mengalami infeksi karena imunitas non spesifiknya berupa lendir pada kulit,” paparnya, Jum’at (5/8) saat bincang-bincang dengan wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Berawal dari hal itu, Ravi dan keempat temannya berinisiatif meneliti lebih mendalam akan manfaat lendir lele untuk pengobatan luka kronis diabetes. Terutama, bagi penderita diabetes yang telah terinfeksi bakteri Methicillin Resistant Staphylococus aerus (MRSA). MRSA ini merupakan bakteri pathogen yang resisten terhadap berbagai jenis antibiotik dan menjadi penyebab utama luka infeksi kronis penderita diabetes.

“Kita manfaatkan lendir lele yang murah dan ketersediaannya cukup tinggi di Indonesia sebagai produk salep untuk obat luka infeksi kronis penderita diabetes,” ujarnya.

Proses pembuatan salep dilakukan dengan mengambil lendir bagian punggung lele berumur 4-6 bulan kemudian disentrifugasi. Setelah itu lendir yang diperoleh dicampur dengan Poly Ethylen Glycon (PEG). Hasil campuran bahan-bahan tersebut menghasilkan salep yang diberi nama dengan Super Clariac Biomimicry Helaing Agent atau disebut dengan SCRIAC-BIOLINGENT.

Utami menambahkan salep tersebut selanjutnya diujicobakan pada tikus dan hasilnya efektif untuk mengobati luka penderita diabetes. Awalnya, tikus diinduksi diabetes tipe 2. Selanjutnya, tikus dianestesi dan dilukai pada bagian punggung.


Selama 15 hari, luka pada tikus diolesi salep setiap pagi dan sore. Hasilnya menunjukkan salep modifikasi lendir lele memberikan efek penyembuhan yang lebih baik.

“Tikus yang diberi salep lendir lele bisa sembuh lebih cepat dibandingkan dengan salep anti bakteri di pasaran,” jelasnya.

Utami menambahkan penelitian ini membuktikan bahwa lendir lele memiliki aktivitas anti bakteri terhadap bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik. Karenanya, salep ini potensial untuk digunakan sebagai obat luka penderita diabetes.

“Salep dari lendir lele ini berpotensi untuk dikomersialkan mengingat bisa menyembuhkan luka kronis diabetes yang terinfeksi MRSA,” ujarnya.(dna/ugm)

(DNA-Berita/Portal-CBN/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Baking Soda Bisa Mengobati 5 Penyakit Berikut


Baking soda dikenal sebagai bahan pembuat kue. Tapi, tidak hanya itu, Anda juga dapat menggunakan sebagai obat alami untuk mengatasi penyakit dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir Boldsky, Senin (10/10/2016), berikut ini adalah 5 penyakit yang bisa diatasi dengan baking soda. Coba praktikkan di rumah ya!


Gangguan pencernaan

Jika Anda menderita mulas, mual atau kembung, minum segelas air hangat yang dicampur dengan sejumput baking soda. Dalam beberapa menit, Ramuan ini dapat membantu menyembuhkan gangguan pencernaan yang Anda alami.


Sakit gigi

Untuk mencegah sakit gigi, bilas atau kumur air dengan tambahan baking soda sehari sekali. Baking soda dapat membantu mematikan bakteri jahat di dalam mulut, tetapi juga dapat menyegarkan napas Anda.


Asam urat

Bagi penderita asam urat, coba minum ramuan baking soda di malam hari. Cara ini jika rutin dilakukan bisa membantu mengatasi kram otot yang menyiksa dirinya.


Infeksi salurah kemih

Ladies, campurkan satu sendok teh baking soda dengan empat gelas air. Minumlah setiap hari, terutama jika Anda menderita infeksi saluran kemih. Tunggu dalam waktu seminggu, penyakit Anda akan hilang.


Penyakit infeksi

Minum segelas air baking soda setiap malam hari. Ya, minuman ini dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga membuat tubuh mencegah penyakit infeksi.

(Boldsky/Oke-Zone/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Undur-undur Obati Diabetes. Benarkah?


Masyarakat Kepulauan Karimunjawa secara tradisional telah memanfaatkan undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai obat penurun gula darah dengan menggunakan pisang sebagai campurannya. Mungkin karena biaya pengobatan yang mahal, akhirnya pengobatan alternatif dengan memanfaatkan undur-undur dijadikan pilihan.

Nah, benarkah undur-undur darat mampu mengatasi diabetes? Tyas Kurniasih dkk dari Fakultas Biologi UGM pun melakukan penelitian manfaat undur-undur, pisang, dan campuran keduanya terhadap diabetes. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap menggunakan 30 ekor tikus putih jantan galur wistar umur 2 -2,5 bulan dengan berat 150 - 250 g, dibagi menjadi 6 kelompok yakni 1 kelompok normal dan 5 kelompok hiperglikemik dengan pemberian aloksan 125 mg/kg berat badan tikus.

Kemudian tikus-tikus itu diberi jus undur-undur dengan dosis 0,01 ml/200g bb tikus. Diberikan juga jus pisang ambon dengan dosis 1,26 ml/200 g bb tikus. Campuran undur-undur+pisang ambon dengan dosis yang sama juga diberikan dengan perlakuan pertama dan kedua, serta larutan glibenklamida dosis 0,378 mg/200g bb tikus (sebagai kontrol positif) selama 35 hari secara oral.

Nah, kadar glukosa darah pada tikus diukur setiap 7 hari sampai hari ke 35 dengan metode spektrofotometri. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan uji LSD pada taraf kepercayaan 95 persen. Di akhir penelitian, Tyas Kurniasih dkk menyimpulkan bahwa pemberian jus undur-undur mampu menurunkan secara nyata (p<0,05) kadar glukosa darah tikus hiperglikemik setelah 14 hari perlakuan.

(Portal-CBN/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Cacing Tambang Untuk Obat Asma. Benarkah?


Sebuah penelitian mengungkapkan cacing tambang yang menyebabkan infeksi pada perut ternyata bisa dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit asma. Penelitian tersebut menunjukkan protein yang dihasilkan oleh cacing tambang terbukti dapat membebaskan tikus dari kesulitan bernapas.

Para peneliti menyebut senyawa protein yang diberi nama AIP-2 sangat menjanjikan untuk mengatasi alergi pada manusia. Para ahli berharap protein ini dapat diformulasi menjadi spil pertama yang dapat menyembuhkan asma.

Uji klinis yang dilakukan para peneliti terhadap cacing tambang yang ditemukan di Afrika, Amerika Utara dan Selatan serta Asia Tenggara terbukti dapat mengatasi penyakit radang usus (IDB). Para peneliti dari James Cook University, Cairns, Australia, menguji AIP-2 terhadap tikus dan manusia.

Radang usus yang dialami tikus mulai berkurang setelah diobati menggunakan protein cacing tambang. Percobaan yang sama dilakukan pada manusia yang memiliki alergi terhadap tungau debu yang merupakan pemicu asma. “Meskipun IDB dan asma adalah kondisi yang sangat berbeda, kedua penyakit ini memiliki kesamaan yaitu kerusakan regulasi sistem kekebalan tubuh dengan proses inflamasi yang luar biasa,” kata ketua tim peneliti Dr Severine Navarro.

Menurut Navarro, cacing tambang dapa mengatur peradangan yang mencirikan penyakit autoimun dan alergi. Protein cacing tambang juga membantu mengubah sel T -sejenis sel darah putih yang beredar disekitar tubuh mencari bagian tubuh yang terkena infeksi agar memiliki respon anti-inflamasi. Ini tidak hanya melindungi usus tetapi juga melindungi organ-organ lain seperti saluran udara tempat asma berkembang, dilansir laman Dailymail belum lama ini.

(Daily-Mail/Portal-CBN/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Komentar Facebook ABNS

Join Komentar FB Bukhori Supriyadi Yadi

Bukhori Supriyadi Yadi

Author :

Setelah anda membaca artikel berjudul jika ingin menyalin (copy-paste) artikel ini, sertakan link dibawah ini sebagai sumbernya :

Technology

AHLUL BAIT NABI SAW HEALTH

Entertainment

Sport

News World

Random Post


AHLUL BAIT NABI SAW: Media Agama Dan Hati Umat Islam * Media Persatuan dan Kesatuan Sunni Dan Syiah

Feature

Sitemap






















close
close